|
Merencanakan Site Plan untuk pabrik genteng anda adalah sangat penting .
Penempatan lokasi material , mesin-mesin , rak pengeringan , bak perendaman ,
dan lain-lain hendaknya pada posisi yang baik disesuaikan dengan denah tanah dan
bangunan anda sehingga proses produksi bisa berjalan lancar dan effisien .
Alur dasar yang harus anda ketahui mengenai
proses produksi genteng beton kami gambarkan di bawah ini :

Raw material / Bahan Baku ( Semen , Pasir , dan Kapur ) sebaiknya didekatkan
dengan posisi mixer . Dan posisi ayakan pasir sebaiknya dekat dengan lokasi
pasir . Setelah pasir diayak , dikirimkan ke Mixer , kemudian setelah bahan baku
Semen Pasir dan Kapur diaduk oleh mixer hasil adonannya dikirimkan ke Mesin
Genteng , dan hasil gentengnya dibawa ke rak-rak pengeringan .
Baru pada hari kedua setelah genteng agak mengeras bisa dilepas dari tatakannya
dan dimasukkan ke dalam bak air selama 1 hari dan 1 malam , dan pada hari ketiga
diangkat dari bak air dan dibawa ke tempat stok . Genteng di tempat stok
dibiarkan minimal 1 minggu menunggu proses pengerasan Semen , baru bisa
dikirimkan kepada konsumen .
Di bawah ini adalah contoh Lay Out untuk Site Plan sebuah perusahaan dengan
menggunakam 4 Unit Mesin Genteng Beton , 2 Unit Mixer dan Perlengkapannya :

Catatan :
1. Jalur Truk hendaklah mudah mencapai lokasi bahan baku dan lokasi stok genteng
.
2. Biasanya areal stok ditempatkan di bagian depan , dan lokasi bahan baku di
bagian belakang sendiri , sedangkan lokasi proses
produksi di bagian tengah . Hal ini dimaksudkan agar proses
produksi tidak bisa dilihat secara sembarangan oleh tamu-tamu
yang tidak berkepentingan .
3. Dengan memahami alur produksi yang kami jelaskan ini maka anda juga bisa
merancang denah sesuai dengan kebutuhan anda .
|
Kami juga bisa membantu anda merancang
lay out pabrik anda , dengan memberikan
detail denah pabrik anda kepada kami . |
|
|